Rabu, 02 Februari 2011

Budaya Demokrasi dalam Masyarakat


Pengertian Budaya Demokrasi
        Demokrasi,  istilah klasik tentang demokrasi yang telah berkembang sejak abad ke-5 SM masih menjadi perbincangan publik hingga saat ini. Demokrasi yang berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas demos (rakyat) dan kratos (pemerintahan). Sehingga dapat diartikan bahwa demokrasi adalah bentuk pemerintahan dimana masyarakat yang memiliki kedaulatan atau lebih dikenal dengan istilah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat . Konsep demokrasi menjadi bagian penting dalam perjalanan sebuah komunitas masyarakat dalam melaksanakan pola aktifitasnya..
        Budaya, budaya berasal dari bahasa Sansekerta, memiliki dua elemen penting, yaitu budi (akal) dan daya (kemampuan melakukan tindakan). Sehingga dapat di simpulkan bahwa budaya demokrasi adalah hasil dari suatu proses dimana setiap manusia memiliki pemikiran dan kemampuan melakukan tindakan politik yang didasarkan pada penghargaan terhadap persamaan hak, kebebasan, keteraturan bersama dan keragaman.

Pentingnya Penerapan Budaya Demokrasi dalam Masyarakat
      Perilaku budaya demokrasi harus terus dikembangkan dalam kehidupan demokrasi, baik dalam suprastruktur dan infrastruktur. Perilaku budaya demokrasi yang dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat akan menghasilkan demokrasi yang berbudaya dan berperadaban. Rusli Karim menjelaskan perilaku dan ciri-ciri orang yang berkeperibadian demokrasi, yaitu:
a.       Inisiatf
b.       Disposisi
c.        Toleransi
d.       Kecintaan terhadap keterbukaan komitmen dan tanggung jawab
e.       Kerjasama keterhubungan
        Menurut Dahl (2001) terdapat beberapa keuntungan demokrasi yang selain contoh sederhana diatas diantaranya:
1.       Demokrasi menolong mencegah tumbuhnya pemerintahan oleh kaum otokrat yang kejam dan licik.
2.       Demokrasi menjamin bagi warga negaranya dengan sejumlah HAM yang tidak diberikan dan tidak dapat diberikan oleh sistem-sistem yang tidak demokratis.
3.       Demokrasi menjamin kebebasan pribadi yang lebih luas bagi warga Negara daripada alternatife lain yang memungkinkan.
4.       Demokrasi membantu rakyat untuk melindungi kepentingan dasarnya.
5.       Hanya pemerintah yang demokratis yang dapat memberikan kesempatan sebesar-besarnya bagi orang-orang untuk menggunakan kebebasan untuk menentukan nasibnya sendiri, yaitu untuk hidup dibawah hukum yang mereka pilih sendiri.
6.       Hanya pemerintah yang demokratis yang dapat memberikan kesempatan sebesar-besarnya untuk menjalankan tanggung jawab moral.
7.       Demokrasi membantu perkembangan manusia lebih total daripada alternatif lain yang mamungkinkan.
8.       Hanya pemerintahan yang demokratis yang dapat membantu perkembangan kadar persamaan politik yang relatif tinggi.
9.       Negara-negara demokrasi perwakilan modern tidak berperang satu sama lain.
10.    Negara-negara dengan pemerintahan demokratis cenderung lebih makmur daripada negara-negara dengan pemerintahan yang tidak demokratis.
        Semangat kekeluargaan, gotong royong, kebersamaan dan musyawarah untuk mufakat yang telah ditetapkan di berbagai lingkungan social seperti masyarakat merupakan faktor pendukung dalam mengembangkan budaya demokrasi.
        Jika masyarakat semakin baik dalam memahami nilai-nilai demokrasi, maka akan semakin memberikan partisipasi positif terhadap Negara dari segala aspek.
Contoh Budaya Demokrsi dalam Masyarakat
        Negara Indonesia menerapkan demokrasi Pancasila. Itu artinya, perilaku budaya demokrasi di Indonesia di dasarkan pada prinsip-prinsip demokrasi Pancasila. perilaku budaya demokrasi tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai lingkungan kehidupan yang salah satunya di dalam masyarakat , diantaranya:
a.       Pemilihan ketua RT, RW, Kepala Desa, Ketua Koperasi, Ketua Organisasi Masyarakat (ORMAS), ketua Parpol dan sebagainya.
b.       Pembuatan peraturan atau ketentuan yang berupa AD/ART (Anggaran Dasar atau Anggaran Rumah Tangga) baik koperasi, ORMAS, Parpol, RT-RW dan peraturan system keamanan lingkungan (siskamling) pemeliharaan kebersihan lingkungan dan lain sebagainya.
c.        Pernyataan pendapat berupa izin kepada tetangga untuk mendirikan bangunan (rumah, pabrik, rumah ibadah), kegiatan keramaian dan sebagainya.
d.       Membantu korban bencana alam.
e.       Melaksanakan peraturan yang berlaku.
f.         Mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan peribadi dan golongan.
        Untuk pelaksanaan hak demokrasi tidak dapat langsung disampaikan pendapat atu aspirasi masyarakat baik secara lisan maupun tulisan melalui lembaga perwakilan setempat. Ataupun biasa disampaikan melalui tokoh-tokoh pemuka masyarakat  baik tokoh agama maupun politik dan organisasi di masyarakat lainnya, seperti MUI, Muhammadiyah, NU, Partai-partai politik, LSM dan sebagainya. Sedangkan menyampaikan pendapat atau aspirasi secara tertulis dapat melalui media massa cetak seperti Koran, majalah dan sebagainya. Agar dalam pelaksanaan kegiatan berpolitik sesuai dengan aturan, maka harus diperhatikan berdasarkan ketentuan yang berlaku, antara lain:
a.       Peraturan perundanga Negara yang terkait atau sesuai UU, Parpol, UU HAM, UU Koperasi dan sebagainya.
b.       Peraturan yang berlaku khusus di lingkungan organisasi atau lembaga setempat, misalnya peraturan RT-RW, Desa, ORMAS, dan sebagainya.
c.        Norma kesusilaan, kesopanan dan adat.


KESIMPULAN
      Penerapan budaya demokrasi dalam masyarakat adalah hal yang penting. Hal ini disebabkan karena semakin sering diadakan kegiatan yang berkaitan dengan demokrasi makan masyarakat akan semakin memahami nilai demokrasi, sehingga akan semakin memberikan partisipasi positif terhadap Negara dari segala aspek.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar